Mesin Pencari Informasi

Sabtu, 14 Januari 2012

5 Tips Berurusan dengan Agen Asuransi

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak masyarakat yang enggan berurusan dengan agenasuransi. Sikapnya yang terkadang memaksa dalam menawarkan produk asuransi menjadi salah satu penyebabnya.

Terhadap hal ini, Chief Agency Director PT AJ Sequis Life, Bambang Rudijanto, membagi lima tips bagaimana berurusan dengan seorang agen asuransi. "(Memang yang biasa terjadi) sekali menerima mereka (agen) ke kantor dan pintu rumah Anda, mereka tidak akan melepas Anda," ujar Bambang, di Jakarta, Selasa ( 13/12/2011 ).

Menurut dia, sebenarnya masyarakat tidak perlu takut menerima seorang agen, asalkan tahu cara menghadapinya. Tips pertama, terang Bambang, sebelum menerima agen calon pemegang polis harus menentukan dulu tujuan finansialnya, apakah itu untuk membeli barang, memenuhi kebutuhan proteksi, dan lainnya.

"Ini semua harus jelas karena tidak mungkin keadaan keuangan (calon pemegang polis) yang tidak teratur mendapatkan semua itu," ucap Bambang. Di sini peran agen harus digali dalam mendapatkan semua hal yang diinginkan calon pemegang polis.

"Kedua, (calon pemegang polis) dalam menghadapi agen harus bersikap krititis," jelas dia. Calon pemegang polis harus menanyakan bagaimana metode perhitungan uang pertanggungan yang tepat bagi nasabah. Misalnya, bagaimana menghitung uang pertanggungan calon pemegang polis dengan dua anak dengan kondisi istri tidak bekerja.

Dalam perhitungan uang pertanggungan itu, calon pemegang polis juga harus tahu berapa nilai ekonominya yakni nilai pada saat calon pemegang polis dalam keadaan produktif. Dalam hal ini, terang dia, calon pemegang polis juga harus perhatikan hal-hal yang bisamemutuskan nilai ekonomi di tengah jalan, misalnya karena adanya ancaman kehidupan. Baik itu cacat total sehingga tidak produktif lagi, dipanggil terlalu dini, mengalami usia lanjut sampai tua renta dan tidak punya apa-apa.

Ia pun mengingatkan, jika calon pemegang polis tidak tahu apa-apa, jangan sampai menerima saja produk unit link yang sekarang banyak ditawarkan. Produk ini dalam proposal memang terlihat bagus, tapi ini hanya baik bagi orang-orang yang sudah punya proteksi memadai.

Tips ketiga, baik agen dan calon pemegang polis harus bersikap jujur. "Agen harus jujur karena ini masalah integritas keuangan, sama nasabah juga harus jujur," tegas Bambang. Karena klaim dibayarkan sesuai dengan kondisi yang sudah dialami calon pemegang polis pada saat menandatangani kontrak.

Calon pemegang polis pun jangan hanya mengikuti begitu saja saran si agen, misalnya mengenai besarnya premi yang mau ditabungkan. Calon perlu mengukur kebutuhannya, termasuk menghitung besaran dana darurat.

Keempat, calon pemegang polis jangan hanya bergantung pada agen asuransi. Calon perlu menjalin hubungan dengan perusahaan asuransi yang dipilih.

Dan, tips terakhir, calon pemegang polis harus pilih agen yang tepat. Di man agen harus lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, membantu mempertimbangkan kemampuan finansial secara jujur, dan memiliki alasan solid mengenai profesi mereka. "Anda boleh tanya kepada mereka (agen), dan mereka bisa berbicara dengan baik (mengenai) 'why do you become an insurance agent'," ucap Bambang.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, calon pemegang polis bisa menilai keyakinan agen tersebut dalam menjadi seorang agen.

Jumat, 13 Januari 2012

Profil Prudential Indonesia

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Berdiri sejak tahun 1995, dan merupakan bagian dari Prudential plc, London, Inggris. Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hong Kong yang mengelola dana mencapai £340 miliar (Rp 4,782 triliun) per 31 Desember 2010. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Prudential Indonesia adalah pemimpin pasar dalam penjualan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999. Sebagai pemimpin pasar, Prudential Indonesia selalu berusaha untuk menyediakan produk unit link yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan nasabahnya, dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari usia kerja, pernikahan, kelahiran anak, pendidikan anak, dan masa pensiun.

Sampai dengan 31 Desember 2010, Prudential Indonesia memiliki 7 kantor pemasaran, yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam dan 219 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, dan Medan). Prudential Indonesia didukung oleh lebih dari 85.000 jaringan tenaga pemasaran berlisensi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dan melayani lebih dari 1.100.000 nasabah.

Beberapa penghargaan yang diterima Prudential Indonesia selama masa beroperasinya, termasuk di tahun 2011 sampai dengan bulan Januari:
  • Top Brand Award 2011
  • Indonesia Most Favorable Brand in Social Media
  • Digital Marketing Award 2010
  • Indonesia’s Most Favorite Netizen Brand 2010
  • Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2010
  • Cabang Asuransi Jiwa Syariah Terbaik 2010
  • Service Quality Award 2010.
  • Top Brand Award 2010
  • Marketeers Award: Greatest Brand of the Decade.
  • Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) 2010
  • Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik dalam ajang Investor Awards 2010
  • Insurance Award 2010.
The Best Islamic Life Insurance, The Most Expansive Insurance, dan The Most Profitable Investment dalam ajang Islamic Finance Award 2010 yang diselenggarakan oleh Karim Consulting



Logo Kami:

Simbol utama serta asal mula nama Prudential diambil dari figur Dewi Prudence (Dewi Kebijaksanaan). Dewi Prudence merupakan ciri khas dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan Prudential sejak pendiriannya pada tahun 1848. Sosok ini mewakili salah satu dari empat kebajikan utama dan mengandung arti perilaku bijaksana. Dewi Prudence selalu tampil dengan panah, ular, dan cermin.

Arti di balik simbol:

Anak Panah
Melambangkan kemampuan seorang pemanah yang jitu dan penuh perhitungan
Ular
Merupakan lambang dari kearifan
Cermin
Menggambarkan kemampuan seseorang untuk melihat dirinya apa adanya

Jasa Team Work Prudential Agency

Bersama ini kami dari team work PRUDENTIAL AGENCY ingin menawarkan satu Tabungan 2 in 1 dari Prudential yang memberikan :
  1. PROTEKSI (bebas dari biaya Rumah Sakit dan lain-lain)
  2. INVESTASI (bunga yang diberikan tentunya jauh lebih besar dari bunga bank, rata" 23-25% dari thn 2002-2009
Dana investasi yang ditanamkan ini dapat di sesuaikan dengan permintaan anda sekalian, yaitu berupa dana pendidikan, dana pensiun, persiapan warisan, ataupun anda ingin lebih fokus ke manfaat asuransi yg di dapat seperti persiapan santunan untuk sakit kiritis GRADE atau STADIUM awal (salah satu produk unggulan), proteksi penghasilan, maupun investasi kepada anda yang sangat tertarik terhadap unit link kami.

dan sebagai info terbaru, PRUDENTIAL telah mendapatkan penghargaan dari indonesia sebagaikategori dari produk unit link terbaik di indonesia pada bulan july dan dapat di lihat akses di http://www.prudential.co.id

Tapi mohon maaf sebelumnya, kami di sini lebih memfokuskan diri buat anda sekalian yang berada di JABODETABEK, tapi jika anda dari luar daerah yang saya sebutkan, kita bisa sharing-sharing dan berbagi info.

Kami adalah agen-agen dari PT PRUDENTIAL dengan Kantor Agency yang beralamat di MENARA THAMRIM Lt. 25 Jl. M.H Thamrim Kav. 3, Jakarta 10250.

Kami bekerja sebagai team work, jadi sekalian tidak perlu khawatir untuk masalah klaim karena team work kami akan memberikan pelayanan yang paling terbaik.

uang bisa membeli kesehatan anda, tapi kesehatan dapatmembeli uang. suatu keterlambatan adalah mahal harganya, sama dengan mahalnya pengalaman.

Untuk Segala Perhatiannya kami ucapkan Terima Kasih, salam sehat dan terproteksi...

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi
085777915183 dan 085694924971 atau email atau PM kami dialexgeografer_98@yahoo.com CITRA SURYADI, M.Si

Asuransi Jiwa Dalam Perekonomian


Merefleksikan pada pengalaman tahun-tahun lalu, aneka tantangan dan beban yang kita alami tahun-tahun lalu. Banyaknya bencana alam yang bersifat katastropis seperti gempa bumi, tsunami, bencana banjir, gunung meletus, ataupun bencana kecelakaan pada alat transportasi laut, udara dan darat, semakin banyaknya jenis penyakit. Apakah ada tempat yang aman bagi kita?

Tampaknya kita tidak punya banyak pilihan dan harus tetap berurusan dengan risiko akibat berbagai malapetaka, dan kerugian akibat berbagai bencana pada hari-hari mendatang.

Hal lain yang mendasar dan penting dan tidak bisa dihindari, kita harus berurusan dengan risiko meninggal pada usia produktif, cacat tetap, dan hari tua.

Risiko yang juga relevan dengan kondisi krisi ekonomi saat ini adalah risiko kehilangan pekerjaan. Semua risiko itu memberikan ancaman kehilangan penghasilan yang diperoleh bagi keluarga.

Apakah kita mau menangung sendiri kerugian yang akan kita derita saat malapetaka itu menimpa? Jika kita menanggung sendiri sebagai jalan yang dipilih, betapa besar kemampuan kita untuk mengatasinya, kalaupun ada pakah itu cara yang ekfektif.

Atau kita dengan bijak mengalihkan risiko kerugian akibat hal-hal tersebut kepada lembaga keuangan uang disebut asuransi.

Secara universal asuransi bekerja untuk memberikan perlindungan kepada setiap orang, keluarga, dan perusahaaan dari kerugian akibat berbagai risiko bencana dan kemalangan. Hal ini merupakan kontribusi sosial yang besar dari industri asuransi kepada masyarakatnya.

Triliunan rupiah uang pertanggungan disediakan sektor asuransi untuk memberikan proteksi kepada risko dan kamalangan tersebut. Namun hanya apabila Anda bersedia mengalihkan risiko kerugian tersebut melalui pembelian polis asuransi jiwa baru kemudian mekanisme perlindungan dan penyantunan itu bisa dinimati.

Perusahaan-perusahaan asuransi jiwa menawarkan berbagai produk ynag dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyak produk yang dirancang melindungi nasabah dari risiko ekonomi yang berkaitan dengan kematian, cacat, dan sakit.

Produk-produk lain dapat pula membantu nasabah mengakumulasi uang untuk kebutuhan keuangan mereka masa depan, meningkatkan kekayaan, mengakumulasi kekayaan, dan melindungi mereka dari risiko kehilangan sumber-sumber pendapatan mereka.

Industri asuransi bekerja untuk memberikan perlindungan atas kerugian seperti kehilangan pendapatan akibat kejadian-kejadian buruk dan penuh risiko.

Perusahaan-perusahaan asuransi jiwa merupakan lembaga keuangan yang mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk premi dan kemudian menempatkan dana tersebut pada aset keuangan seperti obligasi, saham yang diperdagangkan di bursa, rekening bank, deposito, reksadana dan lainnya.

Saatnya kebutuhan pemenuhan investasi pasar modal nasional diisi oleh investor-investor domestik layaknya perusahaan asuransi. Itulah sebagian dari kontribusi industri asurani untuk ekonomi dan sosial masyrakat dan negara.

Artinya, sambil kita semua mendapatkan perlindungan dari polis asuransi yang kita beli, pada saat yang sama kita berperan secara tidak langsung untuk memungkinkan mobilisasi dana masyarakat untuk diinvestasikan kembali oleh perusahaan-perusahaan asuransi dalam sistim perekonomian. Invesatsi perusahaan asuransi menyediakan dana yang dibutuhkan oleh dunia usaha untuk beroperasi dan memperluas usaha.

Karena itu, saat ini merupakan saat yang tepat bagi semua pihak berperan bagi industri asuransi nasional untuk lebih berkembang dalam penyelenggaraan perlindungan keuangan masyarkat dan dunia usaha. Juga sebagai perantara dan sumber pendanaan bagi dunia usaha untuk kepentingan kemajuan ekonomi nasional.

100 perusahaan didunia yang tetap akan hidup 100 tahun lagi

100 perusahaan

Cara Menjual Asuransi Yang Baik Dan Memperbesar Kemungkinan Untuk Closing


Semua orang pasti setuju kalau seorang sales atau pamasar bisa dibilang jago dan master kalau sudah menjual asuransi. Kenapa? Jelas saja menjual asuransi adalah salah satu perkerjaan “terberat” dan “termulia” di alam semesta ini. Kenapa?, menjual asuransi itu membutuhkan mental yang sangat kuat, seorang asuransi yang sukses pasti akan melewati penghinaan dan cercaan saat menjual asuransi. Belum lagi tantangan mental dari dia sendiri yang takul claim dari klien nya tidak dibayar.
Jadi menjadi untuk menjadi seorang agent asuransi yang sukses tidak lah mudah, tetapi tidak sulit asal tau caranya. Ada berbagai buku yang mengajarkan cara-cara berjualan asuransi yang bisa membuat proses bejualan menjadi lebih mudah, dan dari pada beli mendingan baca ini aja ya.
1. Anda harus sadar ada hitungan atau rumus dalam suatu penjualan asuransi, misalnya setelah prospecting 10 orang akan closing 1, sehingga jika anda tau dan sadar dengan proses tersebut anda akan lebih semangat dan terus prospecting pantang menyerah (heheh..), biasanya kalau agent properti 100 prospecting 1 closing, jadi masih lebih mudah jadi agent asuransi ya.
2. Jaga semangat dan ilmu anda, anda bisa mengikuti seminar-seminar motivasi yang dibuat oleh perusahaan asuransi tempat anda bekerja atau pembicara nasional, seperti Tung Desem Waringin, James Gwee dan lain-lain, dan siapapun orangnya, sesemangat apapun kalau terus menerus ditolak, pasti akan jenuh dan bosan juga, jadi anda juga harus belajar cara jualan yang baik dan benar dari yang terbaik di bidang anda. Bisa leader-leader anda, atau agent-agent terbaik di perusahaan anda. Sehingga probabilitas keberhasilan akan semakin besa.
3. Mintalah refrensi dari klien-klien anda, dan minta tolong kepada klien anda untuk memberi tau teman-teman mereka kalau asuransi itu penting dan minta supaya klien anda menceritakan kredibilitas dari perusahaan anda. Mayoritas orang akan lebih percaya pada temannya dari pada orang asing yang tiba-tiba menawarkan asuransi kepadanya.
4. Saat kedatangan pertama anda jangan langsung menawarkan asuransi, usahakan untuk menjadi teman dan membina hubungan dahulu dengan prospect anda. Karena seperti yang tadi saya katakan, mayoritas orang akan lebih terbuka dan lebih senang berbicara kepada temannya dari pada kepada agent asuransi yang tiba-tiba datang untuk menawarkan asuransi.
5. Agent asuransi banyak di Indonesia, selalu fokus memberikan nilai tambah agar anda dinilai berbeda dari pada yang lain. Bisa anda lakukan dengan membuat website yang memberikan informasi seluruh seluk-beluk tentang asuransi anda, sehingga jika nasabah anda butuh informasi yang cepat tentang cara claim dan lain-lain, mereka bisa langsung akses secara cepat ke website pribadi anda. Bisa juga anda lakukan dengan datang berdua dan menawarkan jasa doubel agent, sehingga jika nanti nasabah butuh bantuan anda segera dan anda benar-benar sedang sibuk nasabah anda bisa menghubungi agent yang satunya lagi. Sehingga anda bisa menjamin layanan untuk nasabah anda,
6. Jangan datang untuk merampas uang mereka, datanglah untuk membantu masalah mereka, coba diskusikan dan gali masalah-masalah keuangan dan kesehatan serta masa depan prospect anda, kemudian tawarkan bantuan untuk mereka, sekali lagi tawarkan bantuan, sehingga mereka akan senang karena merasa dibantu dan anda sendiri tidak akan meresa terlalu kecewa jika penawaran ini gagal, kan anda yang mau membantu, jika dia tidak mau dibantu ya cari yang lain yang mau dibantu.
7. Pahami seluruh materi dan product knowledge dari perusahaan anda, sehingga jika ada prospect anda yang bertanya sesuatu anda dapat menjawab dengan mantap dan dapat menghilangkan keraguan dari prospect anda.
8. Mayoritas prospect akan menanyakan tentang cara claim, ini persoalan yang paling krusial, jadi anda harus dapat membuktikan dan meyakinkan prospect kalau perusahaan anda menjamin claim akan dibayarkan dan proses claim pun tidak akan berlibet-libet.
9. Beritahu semua hal-hal yang penting, termasuk dokumen-dokumen untuk claim, sehingga mereka tidak akan merasa bingung saat nanti akan mengajukan claim dan dapat menghilangkan keraguan mereka tentang perusahaan asuransi.
10. Beritahu mereka kenapa harus beli asuransi sekarang bukan nanti, bukan ketika sudah sakit, beritu apa keuntungan jika ambil sekarang dan kerugian jika tidak ambil sekarang.
11. Jika anda masih melihat keraguan dari prospect anda, anda bisa menanyakan satu pertanyaan yang sangat powerfull, yaitu “supaya anda mau syaratnya apa?” asalkan masuk akal dan anda dapat anda kabulkan silahkan penuhi permintaan dan calon nasabah anda.
12. Jumlah penduduk indonesia lebih dari 170 juta jiwa yang telah memiliki KTP jadi kalau satu orang gagal, masih banyak yang lain ya.
13. Pernah nonton film kungfu panda? Jika belum saya sangat sarankan anda untuk menonton film ini, kenapa karena ada suatu pesan yang sangat dahsyat didalam film ini. Yaitu “The Secret is no secret”, wowww.. ya, rahasianya adalah tidak ada rahasia anda bisa memulai menjual asuransi dengan style anda, dengan gaya anda, dengan ilmu yang berbeda beda. Trus mencoba dan dapatkan gaya mana yang paling bisa memperbesar kemungkinan closing dari prospecting anda.

Cara Menjadi Kaya

Pertanyaan pertama :
siapa yang MAU menjadi kaya ?
Semua orang pasti akan angkat tangan.

Pertanyaan kedua :
siapa yang BERUSAHA untuk menjadi kaya ?
Hanya sebagian saja yang angkat tangan

Pertanyaan ketiga :
Siapa yang SUDAH kaya ?
Jumlah yang angkat tangan lebih sedikit lagi.

Apa yang salah disini ?

Pada pertanyaan pertama, orang hanya ditawari saja suatu keadaan.
Tidak sulit, karena mereka tinggal bilang mau atau tidak. Pada
pertanyaan kedua, sudah menjurus ke tindakan yang akan anda lakukan
untuk mencapai pertanyaan pertama tersebut. Disini orang yang
menjawab positif tidak sebanyak di pertanyaan pertama. Bermacam-macam
penyebabnya. Mengapa ? Orang mau kaya secara cepat, kalau bisa secara
instan tanpa perlu bekerja keras. Alasan kedua, mereka mau bekerja
keras, tapi `not in the right track’ sehingga kerja keras
mereka tidak membuahkan hasil sesuai yang mereka harapkan.
Alasan ketiga, mereka tidak tahu, harus mulai darimana. alasan
terakhir, mereka merasa cukup hidup yang biasa-biasa saja, tidak
perlu terlalu ambisius. “Ora usah ngoyo”, begitu kata orang
Jawa. Pada pertanyaan ketiga adalah pada hasil, apakah hasil kerja
anda di pertanyaan kedua membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya orang
yang sudah berhasil di pertanyaan kedua yang bisa ikut angkat tangan
disini. Sebenarnya, gimana sih cara untuk menjadi kaya, terutama
secara mudah kalau bisa ?

Ada beberapa cara lain untuk kaya secara mudah. Yang pertama adalah
lahir sebagai anak orang kaya. Jadi berbahagialah anda yang lahir
dengan nama belakang Onassis, Walton, atau Rockeffeler. Karena begitu
lahir anda cukup angkat tangan untuk menjawab pertanyaan ketiga saja.
Bahkan Robert Kiyosaki, dalam salah satu seminarnya pernah
mengatakan, pada waktu kecil dia berharap nama keluarganya bukan
Kiyosaki, namun Kawasaki. Yang kedua adalah kawin dengan anak orang
kaya. Namun apabila anda sudah menikah dan tidak
mendapatkan `kesempatan’ ini, anda bisa dengan cara ketiga,
yaitu mempunyai menantu orang kaya. Masih ada beberapa cara lagi,
namun yang berikut ini lebih mengandalkan dewi fortuna, misalnya anda
menang undian, atau dapat warisan mendadak dari keluarga anda. Kalau
dari semua cara instan tersebut anda tidak berhasil, berarti anda
memang harus menggapainya melalui jalur kerja keras.

Di dalam buku pemasaran klasik “Horse Sense” karya Jack Trout
dan Al Ries, dikatakan disana ada 3 cara untuk menjadi kaya secara
instan, yaitu (1) marry a rich person, (2) steal in nice, legal way;
or (3) get to know the right people.

Cara ketiga ini yang menarik. Bertemu dengan orang yang tepat. Kerja
keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya. Perlu juga
diimbangi dengan kerja cerdas (smart work). Robert Kiyosaki termasuk
beruntung bertemu dengan orang yang tepat, yaitu `Rich
Dad’nya. Orang yang tepat adalah orang yang bersedia menjadi
mentor kita, serta mau membimbing kita. Tentunya dia sendiri juga
sudah kaya, jadi bimbingan yang diberikan bukan cuma teori doang,
tapi pengalaman. Pengalaman itu mahal harganya, karena dengan belajar
dari pengalaman orang lain anda akan terhindar dari `lubang
jebakan’ kegagalan. Dengan adanya mentor, proses anda akan lebih
cepat daripada jalan sendiri.

Nah, dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti apa sih orang yang
tepat itu ? Tidak mudah memang menemukan orang yang tepat. Kalaupun
misalnya anda sudah ketemu dengan orangnya, belum tentu juga dia mau
membimbing anda. `Orang’ yang tepat tidaklah selalu
membimbing anda secara langsung, bisa juga teknik, system, prinsip,
kisah sukses orang lain, tokoh idola, maupun suatu kebijaksanaan
(wisdom). Tidak usah berpikir terlalu rumit, mulailah dari sekitar
anda saja. Adakah suatu kebijakan atau seseorang yang sudah sukses
yang bisa anda contoh ? Kalau ada, cobalah untuk mengamati bagaimana
proses yang dia lakukan selama ini.

Lalu bagaimana mengetahui bahwa prinsip atau mentor yang akan kita
contoh itu tepat ? Just Do It, seperti kata Nike. Lakukan saja.
Lakukan ini semua secara fleksibel, artinya jika satu mentor tidak
sesuai dengan anda cobalah cari mentor lain. Jangan pula takut gagal,
karena kita akan lebih banyak belajar dari kegagalan daripada
keberhasilan. Tidak ada pula aturan yang melarang anda mempunyai
beberapa mentor / prinsip sekaligus. Mungkin dengan merangkum
kebijakan-2 tersebut, anda bisa menciptakan suatu prinsip baru yang
sesuai dengan anda.

Sukses untuk anda !

Sumber:- Sonny V. Sutedjo -
(Artikel pernah dimuat di Majalah Pengusaha Sep 2003)